Senin, 15 Oktober 2012

9 Makanan Terbaik untuk Otak Anak

Ingin anak Anda cemerlang dan berprestasi di sekolah? Mulai sekarang, perhatikan pola makan mereka sehari-hari. Cukupilah kebutuhan gizi dengan baik, demi mendukung aktivitas mereka yang padat.

Para ahli nutrisi menganjurkan, para orang tua sebaiknya memilih beberapa jenis makanan bergizi yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan otak mereka. Beberapa jenis makanan diketahui dapat mendukung perkembangan otak di usia pertumbuhan, selain juga dapat memperbaiki fungsi, daya ingat serta konsentrasi.

Menurut Bethany Thayer, seorang pakar nutrisi dari Detroit yang juga jurubicara American Dietetic Association (ADA), otak adalah salah satu organ yang "sangat kelaparan". Otak adalah organ pertama dari tubuh yang menyerap nutrisi dari makanan yang kita santap sehari-hari.

Untuk itulah, penting artinya memberikan asupan nutrisi yang tepat kepada anak-anak. Upaya ini akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak mereka agar maksimal.

Berikut adalah 9 jenis makanan yang direkomenfasikan para ahli untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak :

1. Ikan

Para ahli menyarankan untuk memilih ikan yang mengandung asam lemak yang bermanfaat seperti salmon. Ikan ini merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3 yang penting untuk fungsi dan pertumbuhan otak anak. Faktanya, beberapa studi juga membuktikan, mereka yang gemar menyantap ikan yang mengandung omega 3 memiliki pikiran yang tajam dan mencatat hasil yang baik dalam tes kemampuan mental.

2. Telur


Jenis makanan ini sangat mudah dan murah, tetapi sangat bergizi. Telur merupakan sumber protein. Kuning telur yang berada di dalamnya mengandung kolin yang berkhasiat membantu perkembangan otak. Biasakan secara rutin memberikan sarapan atau makan malam yang sehat dengan menu yang terbuat dari telur. 

3. Selai kacang

Kacang adalah makanan yang kaya akan vitamin E dan juga antioksidan yang dapat melindungi membran sel - sel otak terhadap radikal bebas terutama kacang macadamia dan almond. Untuk hasil terbaik, pilihlah selai kacang yang rendah gula dan natrium.


4. Sayuran bewarna

Tomat, wortel, bayam atau labu adalah makanan yang kaya antioksidan. Makanan ini dipercaya dapat membantu mempertahankan kekuatan dan kesehatan membran sel. Semakin segar dan cerah warna sayuran, makin tinggi kandungan antioksidannya.  Beberapa sayuran juga memiliki manfaat mencegah kanker.

5. Oat/Oatmeal


Oat ini adalah salah satu bahan yang terkandung dalam sereal yang digemari anak-anak. Makanan ini mengandung karbohidrat yang secara bertahap akan diserap oleh otak anak selama proses belajar di sekolah. Oat juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin E, B, potasium dan zinc yang membantu tubuh dan otak untuk bekerja secara optimal.

6. Buah beri

Buah seperti stroberi, blueberi dan blackberi kaya akan zat antioksidan seperti vitamin C . Sejumlah studi  menunjukan bahwa buah beri dapat memperbaiki daya ingat.

7. Kacang hijau

Makanan ini adalah salah satu yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak-anak mengingat  nutrisinya yang sangat lengkap.  Selain tinggi kadar protein dan karbohidrat kompleks, kacang hijau juga memiliki kandungan vitamin C, asam folat, zat besi, zinc, potassium, magnesium, tembaga, mangan, fosfor dan thiamin yang semuanya penting bagi tubun dan perkembangan otak.

8. Susu dan yogurt

Produk susu termasuk di dalamnya yogurt adalah makanan yang kaya protein, vitamin D dan vitamin B yang berperan penting dalam pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Yogurt merupakan makanan yang semi padat sehingga lebih mudah dicerna dalam proses metabolisme tubuh.

Penelitian terbaru juga menunjukkan, anak-anak dan remaja memerlukan vitamin D 10 kali lebih banyak dari yang direkomendasikan.  Vitamin D berguna untuk memelihara siklus hidup sel serta fungsi saraf dan otot.

9. Daging sapi bebas lemak
Makanan ini adalah sumber zat besi yang dapat membantu membuat anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolah. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber terbaik zat besi karena mudah diserap oleh tubuh. Faktanya, satu ons daging sapi setiap hari membantu tubuh menyerap zat ebsi dari sumber makanan lainnya.  Daging sapi juga mengandung zinc yang membantu memelihara daya ingat.
sumber : komps health


Minggu, 23 September 2012

Obat Tradisional Belum Tentu Aman


Kompas.com -  Semakin mahalnya harga obat modern dan anggapan bahwa obat herbal lebih aman karena terbuat dari bahan alami, menjadi pendorong minat orang pada obat tradisional. Padahal, hal itu tak selalu benar.

Meskipun terbuat dari bahan-bahan alami, sebenarnya obat herbal juga memiliki potensi efek samping yang sama dengan obat sintetis. Menurut Prof.Maksum Radji, di dalam obat herbal yang disarikan dari bagian-bagian tumbuhan, misalnya akar, daun, kulit, juga terkandung senyawa kimia.

Kandungan senyawa yang terdapat dalam obat herbal ini, selain berkhasiat juga kemungkinan dapat menyebabkan efek samping yang dapat merugikan.
Herbal juga tidak bisa diminum sembarangan karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dan pasien lain.

"Suatu produk herbal tersebut dinyatakan aman hanya apabila sudah dapat dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji keamanan, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas  sub- akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik," kata Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia itu kepada Kompas.com. 
Ia menambahkan, beberapa efek yang tidak dikehendaki juga dapat terjadi apabila obat herbal dikonsumsi secara bersamaan dengan obat modern. 

"Umumnya efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat herbal yang tidak terkontrol dengan baik antara lain adalah gangguan pada ginjal, gangguan hati, fotosensitifitas, alergi, dan gangguan tidur.  Pemberian obat herbal juga dihindari pada bayi, balita dan pada lansia yang fungsi organ tubuhnya sudah menurun," paparnya.

Beberapa obat herbal yang sempat "booming" beberapa waktu lalu, seperti buah merah, mahkota dewa, atau daun sirsak, menurut Maksum, sebenarnya sudah diteliti tetapi baru sampai pada tahapan penelitian biomedik. 

Pada buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), telah diteliti adanya kandungan ilmiah yang berkhasiat sebagai antidiabetes, antioksidan, antiperadangan, dan efeknya terhadap sel kanker. Sementara pada daun sirsak diketahui memiliki efek antibakteri, antiviral, dan antikanker. 

Namun, umumnya penelitian masih dilakukan pada percobaan in vitro atau in vivo pada hewan coba. Hasil percobaan secara biomedik inilah yang seringkali dijadikan dasar bahwa obat herbal dapat menyembuhkan berbagai penyakit. 

"Padahal untuk dapat digunakan dalam pengobatan, masih diperlukan serangkaian tahapan uji klinik untuk memastikan tingkat keamanan, dosis, cara penggunaan, efikasi, monitoring efek samping dan interaksinya dengan senyawa obat lainnya," katanya.

Menurut Maksum, obat-obatan herbal biasanya baru memberikan hasil dalam jangka panjang, karena itu obat tersebut sebaiknya hanya dipakai untuk menjaga kesehatan atau pemulihan penyakit, sedangkan untuk penyembuhan penyakit dibutuhkan obat resep dokter.   
sumber : kompas health